Kesalahan Umum Saat Mendesain Playground, Lihat Solusinya

Kesalahan Umum Saat Mendesain Playground, Lihat Solusinya

Masih banyak kesalahan umum saat mendesain playground yang membuat area bermain tidak aman dan kurang diminati. Simak daftar kesalahan paling sering terjadi serta solusi mendesain playground yang baik, aman, dan tahan lama.

Banyak playground terlihat menarik dari luar, penuh warna, dan tampak modern. Namun sayangnya, tidak sedikit playground yang akhirnya jarang digunakan, cepat rusak, bahkan menimbulkan risiko cedera bagi anak. Masalah utamanya sering kali bukan pada niat, tetapi pada kesalahan desain sejak awal.

Playground bukan sekadar elemen estetika atau pelengkap fasilitas. Playground adalah ruang bermain aktif yang harus memenuhi tiga aspek utama sekaligus: keamanan, kenyamanan, dan fungsi. Ketika salah satu aspek ini diabaikan, playground tidak akan berfungsi optimal dan justru menjadi beban biaya jangka panjang.

Artikel ini membahas berbagai kesalahan umum saat mendesain playground yang sering terjadi, lengkap dengan solusi agar playground yang dibangun benar-benar aman, awet, dan bermanfaat bagi anak-anak.

Kesalahan Umum Saat Mendesain Playground

1. Tidak Mengikuti Standar Keamanan (SNI)

Kesalahan paling mendasar adalah mendesain playground hanya berdasarkan tampilan visual tanpa mengacu pada standar keamanan. Banyak playground dibuat asal terlihat menarik, tetapi tidak memperhatikan SNI, ISO, atau standar internasional lainnya.

Padahal, standar keamanan playground mengatur banyak hal penting seperti tinggi maksimal alat permainan, jarak antar permainan, ukuran safety zone, hingga jenis material yang aman untuk anak. Tanpa standar ini, risiko cedera seperti terjatuh, terbentur, atau terjepit akan meningkat.

Dampaknya bukan hanya pada keselamatan anak, tetapi juga bisa menyebabkan proyek playground dihentikan, komplain dari orang tua, hingga biaya tambahan untuk perbaikan ulang.

2. Salah Memilih Material Playground

Material playground sangat menentukan umur pakai dan tingkat keamanan. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memilih material murah tanpa mempertimbangkan kualitas jangka panjang.

Beberapa masalah yang sering muncul antara lain material yang kurang kuat, mudah berkarat, tidak tahan cuaca ekstrem, atau bahkan mengandung bahan yang tidak ramah anak dan lingkungan. Akibatnya, playground cepat rusak dan membutuhkan perawatan berulang dengan biaya tinggi.

Pemilihan material seharusnya disesuaikan dengan lokasi pemasangan, intensitas penggunaan, serta kondisi lingkungan sekitar.

3. Tidak Memperhatikan Usia Pengguna

Playground sering kali digunakan oleh anak dengan rentang usia yang berbeda, namun kesalahan desain muncul ketika semua alat permainan dicampur tanpa zonasi yang jelas.

Alat permainan untuk balita dicampur dengan alat untuk anak usia lebih besar, tanpa pemisahan safety zone. Kondisi ini sangat berisiko karena perbedaan kemampuan fisik dan kecepatan gerak anak. Tabrakan, jatuh, atau cedera menjadi lebih mudah terjadi.

Playground yang baik seharusnya memiliki pembagian area berdasarkan kelompok usia agar setiap anak dapat bermain dengan aman dan nyaman.

4. Tata Letak yang Tidak Aman (Safety Zone Tidak Ada)

Kesalahan berikutnya adalah tata letak playground yang terlalu rapat. Banyak alat permainan dipasang berdekatan demi menghemat ruang, tanpa mempertimbangkan area aman saat anak terjatuh.

Selain itu, sering ditemukan arah seluncuran yang mengarah langsung ke jalur lalu lintas orang, atau area jatuh tanpa perlindungan lantai yang memadai. Padahal, safety zone adalah bagian krusial untuk mengurangi risiko cedera serius.

Tanpa perencanaan tata letak yang baik, playground menjadi tidak ramah anak dan berpotensi membahayakan.

5. Tidak Menyediakan Lantai Keamanan yang Tepat

Data menunjukkan bahwa sekitar 70% cedera playground terjadi akibat anak terjatuh ke permukaan keras seperti beton, paving, atau keramik. Sayangnya, hal ini masih sering diabaikan.

Banyak playground dibangun tanpa lantai peredam benturan yang memadai. Padahal, penggunaan rubber flooring atau lantai karet khusus playground terbukti mampu mengurangi risiko cedera secara signifikan.

Rubber flooring memiliki sifat anti slip, empuk, dan tahan cuaca sehingga menjadi solusi terbaik untuk area bermain anak. Saat ini, Happy Play juga menyediakan rubber flooring khusus playground sebagai bagian dari solusi keamanan menyeluruh.

6. Desain Tidak Memperhitungkan Arah Matahari dan Angin

Desain playground sering kali mengabaikan faktor lingkungan seperti arah matahari dan sirkulasi angin. Akibatnya, seluncuran menjadi terlalu panas di siang hari, area bermain terasa pengap, dan anak cepat merasa tidak nyaman.

Tanpa perhitungan ini, playground hanya nyaman digunakan pada waktu tertentu saja. Padahal, dengan penempatan yang tepat dan tambahan shading, playground bisa digunakan sepanjang hari dengan lebih optimal.

7. Kurang Memperhatikan Sirkulasi Orang Tua dan Anak

Playground tidak hanya digunakan oleh anak, tetapi juga oleh orang tua sebagai pendamping. Kesalahan desain terjadi ketika tidak disediakan area tunggu, jalur sirkulasi, atau sudut pandang yang memudahkan pengawasan.

Orang tua kesulitan melihat anaknya bermain, terutama di area playground yang luas atau penuh alat permainan. Hal ini menurunkan rasa aman dan kenyamanan, sehingga playground menjadi kurang diminati.

8. Kurangnya Variasi Permainan

Playground dengan hanya satu atau dua jenis permainan membuat anak cepat bosan. Kesalahan ini sering terjadi karena keterbatasan konsep atau anggaran yang tidak direncanakan dengan baik.

Padahal, variasi permainan sangat penting untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari motorik, sosial, hingga kreativitas. Playground yang minim variasi akan terlihat sepi dan tidak optimal fungsinya.

9. Tidak Memikirkan Maintenance Jangka Panjang

Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah tidak mempertimbangkan perawatan jangka panjang sejak tahap desain. Playground akhirnya cepat rusak, sulit mendapatkan spare part, dan membutuhkan biaya perbaikan yang tinggi.

Tanpa sistem maintenance yang jelas, playground justru menjadi beban operasional. Oleh karena itu, penting memilih penyedia playground yang juga menyediakan layanan perawatan dan ketersediaan suku cadang. Happy Play sendiri menyediakan spare parts dan layanan maintenance untuk memastikan playground tetap aman dan awet.

Baca lebih lengkap Cara membuat playground outdoor

Cara Mendesain Playground yang Baik dan Aman

Agar kesalahan-kesalahan di atas tidak terulang, berikut langkah penting yang perlu diperhatikan:

  • Tentukan lokasi playground sejak awal dengan mempertimbangkan akses, lingkungan, dan kebutuhan pengguna.
  • Pastikan tema playground sesuai dengan konsep area dan karakter penggunanya.
  • Tentukan jenis permainan berdasarkan usia anak dan tujuan penggunaan playground.
  • Buat sketsa playground untuk melihat tata letak, sirkulasi, dan safety zone secara menyeluruh.
  • Pastikan keamanannya dengan mengikuti standar SNI, penggunaan material aman, serta lantai peredam benturan.
  • Pilih perusahaan playground terbaik yang berpengalaman, transparan, dan menyediakan layanan purna jual.

Kesalahan kecil dalam mendesain playground bisa berujung pada risiko besar, baik dari sisi keselamatan anak maupun biaya jangka panjang. Playground yang aman dan dirancang dengan benar bukanlah pengeluaran, melainkan investasi jangka panjang untuk fasilitas yang berkualitas dan dipercaya.

Jika Anda ingin menghadirkan playground yang aman, fungsional, dan sesuai standar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya.

Klik banner dibawah ini untuk konsultasikan playground Anda dengan tim ahli Happy Play agar hemat biaya, cepat, dan aman untuk semua usia.Baca juga: Pemasangan playground vs profesional